Yongki Aribowo Resmi Perkuat Aceh United

Transfer Update
Yongki Aribowo Resmi Perkuat Aceh United

BANDA ACEH - Aceh United mendapat amunisi anyar. Tak main-main, klub yang akan tampil di kompetisi Liga 2 musim 2018, telah mengamankan tanda tangan eks striker timnas Indonesia, Yongki Aribowo.

Tanda tanya mengenai masa depan mantan striker Barito Putera Yongki Aribowo akhirnya terjawab setelah menandatangani kontrak dengan klub promosi Liga 2 Aceh United pada Jumat (23/2).

Sejak dilepas Barito Putera musim ini, Yongki kerap menemui batu sandungan untuk bergabung dengan klub Liga 1. Yongki sempat mengadu nasib di tim promosi Liga 1, PSMS Medan, tapi tidak lolos seleksi.

Selepas itu, Yongki mencoba peruntungan bersama PSM Makassar bersama eks rekannya di Barito Putera, Agi Pratama. Tapi Yongki gagal menyedot perhatian pelatih Robert Rene Alberts.

Pemain berusia 28 tahun ini pun akhirnya mengikuti seleksi bersama Aceh United sejak pekan lalu. Yongki turut dimainkan dalam serangkaian pertandingan uji coba, dan mampu memikat pelatih Simon Elissetche.

“Deal. Selamat bergabung Yongki Aribowo,” demikian pernyataan H Zaini Yusuf, ST, Presiden Aceh United melalui akun Instagramnya.

Profil Yongki

Yongki Aribowo (lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 23 November 1989; umur 28 tahun) adalah seorang pemain sepak bola profesional yang kini bermain di klub Barito Putera. Sebagai penyerang, Yongki memiliki kecepatan, kelincahan, kemampuan mengontrol bola, memanfaatkan perangkap offside, tendangan terukur mematikan dan sundulan bola-bola atas yang cukup baik. Seperti pemain lain ia juga mempunyai idola, pemain yang ia kagumi adalah striker AC Milan, Filippo Inzaghi.

Puncak prestasi terbaik Yongki Aribowo adalah pada tahun 2010 saat ia tergabung dalam Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Dari tiga kali penampilan ia menyumbangkan dua gol, ketika timnas bersua Maladewa dan Timor Leste. Kegemilangan penampilannya di Piala AFF 2010 membuat dia dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia U23 untuk ajang SEA Games 2011, ia pun kerap dipercaya sebagai penyandang ban kapten, meski kalah di final melawan Malaysia Timnas U23 berhasil menyumbangkan medali perak.

Namun sayang sempat dibekap cedera yang cukup parah membuat kiprahnya sedikit terhenti dan performanya pun menurun membuat dia dilepas Arema Indonesia, klubnya saat itu. Musim 2011-2012 ia bergabung bersama Persisam Putra Samarinda namun selama di Persisam Yongki kerap disebut masih belum menemukan kembali ketajamannya, alhasil hanya 7 gol yang dia sumbangkan untuk Persisam selama satu musim, pada akhir musim manajemen Persisam tidak memperpanjang kontraknya lagi.

Pada tahun 2012 Barito Putera, tim promosi ISL 2012-2013 tertarik untuk mendatangkannya ke Banjarmasin untuk memperkuat lini depan tim yang berjuluk Laskar Antasari. Diungkapkan Salahuddin, pelatih Barito Putera, bersama Barito Yongki diharapkan bisa kembali menemukan ketajaman dan performa terbaiknya. Yongki diberikan kepercayaan penuh menjadi ujung tombak Barito Putera bersama rekan duetnya Djibril Coulibaly.

Karir Klub

SSB Sinar Jaya
Yongki memulai masa sebagai pemain sepak bola di SSB Sinar Jaya, Tulungagung sebagai pemain binaan pada tahun 2004. Disini, bakatnya terlihat dalam kemampuannya menggocek bola, kecepatan saat membawa bola, kelincahan dalam menipu pemain bertahan lawan dan keahliannya dalam menerobos perangkap offside. Pada tahun 2006, dengan harapan memupuk karir sepak bola profesionalnya, ia kemudian berhenti dari SSB Sinar Jaya untuk bergabung dengan klub profesional pada saat itu yang bernama Perseta.

Perseta
Pada tahun 2006, Yongki bergabung dengan Perseta, namun ia diterima hanya sebagai tim junior. Tidak pupus harapan dengan hanya memasuki tim junior, Yongki terus berusaha keras untuk dapat menembus tim inti. Di Perseta Junior, talenta Yongki semakin berkembang, tetapi justru dia malah sering dibangkucadangkan oleh pelatih Perseta Junior.

PSBI Blitar
Tak betah di Perseta, dia melabuhkan kakinya untuk merumput di klub sepak bola tetangga, PSBI Blitar yang notabene sebagai klub yang kastanya setingkat lebih tinggi dari Perseta. Posisi Yongki sebagai striker yang pandai menempatkan posisi di depan gawang lawan dan memiliki kecepatan lari di atas rata-rata membuat pengurus Persik Kediri tertarik dan merekrutnya sebagai pemain Persik Kediri U-21.

Persik Kediri
Yongki bergabung dengan Persik Kediri U-21 pada musim 2008-2009. Saat bermain bersama Persik Kediri U-21, Yongki tampil sebanyak 25 kali dan mencetak 16 gol.

2008-2009 : 17 (10)

2009-2010 : 8 (6)

Walaupun sudah direkrut sebagai pemain Persik Kediri U-21 yang kastanya setingkat lebih tinggi dari PSBI Blitar, lagi-lagi nasib Yongki kurang begitu mujur. Dia lebih sering menjadi pemain cadangan dan kalah pamor dari striker muda lainnya seperti Aan Andik. Sementara tim inti Persik Kediri kala itu penuh dengan penyerang papan atas Indonesia Super League seperti Cristian Gonzales, Budi Sudarsono, dan Ronald Fagundez, sehingga ia kurang diperhitungkan. Pada paruh musim Indonesia Super League 2009-2010, ia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk tampil bersama tim inti, sebanyak 19 kali dan mencetak 7 gol.

Arema Indonesia
Selepas terdegradasinya Persik Kediri dari Indonesia Super League ke Divisi Utama pada Liga Super Indonesia musim 2009-2010, Yongki bergabung dengan klub Arema Indonesia, sebuah klub penghuni Liga Super Indonesia, dengan status Free Transfer, dikarenakan masa kontraknya yang telah habis.

Persisam Putra Samarinda
Pada 13 Oktober 2011, Yongki resmi bergabung dengan Persisam Putra Samarinda.

PS Barito Putera
Pada 12 November 2012, setelah tak diperpanjang kontraknya dengan Persisam Putra Samarinda, Yongki Aribowo akhirnya mendapat pelabuhan baru untuk berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia di Indonesia Super League 2012-13. Salah satu klub Pulau Kalimantan lainnya, Barito Putera, resmi mendatangkan eks pemain Persik Kediri tersebut ke Banjarmasin.

Namun, baik Yongki maupun Barito Putera enggan membeberkan nilai kontrak kesepakatan mereka kepada publik. "Untuk nilai kontrak tidak enak kalau dibuka di sini," sahut Yongki menutupi.

Di sisi lain, Pelatih PS Barito Putera, Salahuddin, mengatakan dengan bergabungnya Yongki ke dalam timnya, diharapkan masalah di lini depan seperti yang dialami saat berlaga di turnamen Celebes Cup II bisa segera teratasi. "Dia datang untuk memperkuat lini depan kami." singkat Salahuddin.

BACA JUGA

Berita Lainnya: Berita