Super Markus, Pelatih Kiper Aceh United

News
Super Markus, Pelatih Kiper Aceh United

Sepakbola bukan hanya bicara tentang bagaimana cara mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan. Karakter menyerang sah-sah saja, tetapi jangan lupa juga dengan sistem pertahanan defensif karena dalam perang nyata sekalipun, pertahanan adalah benteng terakhir dan kunci kemenangan.

Pemain yang paling bertanggungjawab penuh di lapangan hijau adalah defender (pemain bertahan), jumlahnya ada 4 orang, baik dari sisi kanan (DR), kiri (DL) maupun tengah (DC), sesuai taktik yang diinginkan pelatih.

Namun ada satu pemain tunggal lain setelah defender yang menjadi benteng pertahanan terakhir, itulah yang disebut kiper (goalkeeper) atau penjaga gawang.

Beruntunglah Aceh United, klub baru di Aceh yang sedang naik daun ini telah mendapatkan tanda tangan mantan penjaga gawang Timnas, namanya Muhammad Haris Maulana atau lebih dikenal Markus Haris Maulana (Markus Horison). Namun kedatangan 'Super Markus' ke klub yang dibidani Irwandi Yusuf itu bukan sebagai starter penjaga gawang Aceh United, melainkan pelatih penjaga gawang.

Sejak kedatangan Markus ke Stadion Harapan Bangsa (SHB) untuk menangani Rully Desrian dkk, Aceh United sejak mengawali laga pra musim paling minim kebobolan. Hal ini tak terlepas dari peran utama Markus.

Siapakah Markus?

Anak muda asal Pangkalan Brandan ini awalnya lahir dengan nama Markus Horison. Setelah masuk Islam namanya menjadi Muhammad Haris Maulana. Nama lamanya Markus Haris Maulana atau Markus Horison Ririhina lahir 14 Maret 1981 lalu.

Markus adalah putra pasangan dari Julius Ririhina dan Yenny Rosmawati. Sejak mencuat sebagai pemain sepakbola profesional, Markus sudah kerap bermain sebagai penjaga gawang, apalagi tinggi tubuhnya yang mencapai 186 cm ditambah reflek ciamik, Markus piawai dibawah mistar gawang. Markus dikenal memiliki kelebihan dalam menghadapi umpan lambung yang sulit dijangkau.

Markus masuk Timnas Indonesia saat debutnya di turnamen internasional saat Indonesia kalah 0-1 melawan Korea Selatan di Piala Asia 2007. Meski Indonesia kalah tipis, namun nama Markus menjadi bintang dalam laga ini karena membukukan penyelamatan yang gemilang.

Anak Medan ini sudah banyak memperkuat klub-klub mapan di Indonesia, sebut saja PSMS Medan, Persik Kediri, Arema Indonesia, Persib Bandung, PSM Makassar dan terakhir ia memperkuat PPSM Magelang hingga gantung sepatu dini.

Kini, pemain legendaris yang sempat masuk nominasi pemain terbaik AFC kembali menghebohkan dunia sepakbola tanah air. Kemunculanya bukan di tanah Jawa, melainkan di daerah paling barat Indonesia, Aceh. Markus menjadi pelatih kiper untuk klub Aceh United yang kini promosi ke Liga 2.

Presiden Aceh United, M Zaini Yusuf, ST sangat puas atas sentuhan Markus menangani anak asuhnya.

Pada hari perdananya berjibaku dilapangan hijau, Markus sudah mempersiapkan berbagai agenda godokan untuk para punggawa penjaga gawang Laskar Iskandar Muda. Berbagai latihan keras diterapkan Markus diantaranya adalah latihan teknikal kiper, ketangkasan (strength), speed yang wajib diserap Rully dkk.

Kiper yang identik kepala plontos ini juga dengan jeli membuat grafik data perkembangan latihan bagi kiper Aceh United. Menganalisa dengan cepat tiap perkembangan dan kekurangan para kiper baginya penting sebagai aspek tela'ah di kemudian hari.

"Untuk mendapatkan kiper yang bagus kita harus menerapkan sistem latihan step by step yang bisa kita terapkan paling sedikit dalam sebulan sudah dapat output mana yang bagus dan layak tampil," jelas pria yang ramah ini sesaat Aceh United menjuarai Cawan Aceh minggu lalu.

Itulah Markus, latihan super keras diselingi santai telah mengubah karakter kiper-kiper Aceh United tampil heroik di depan gawang. Bravo Super Mario..! Perjuangan belum dimulai, di musim liga nanti kerja kerasmu akan dibuktikan apakah Aceh United akan mengalami kebobolan lebih banyak atau sebaliknya King of Cleansheet..? (Milah Yabmob/Halim El Bambi, Pengasuh AUFC VAGANZA)

Karir senior
2000–2001 PSL Langkat 
2001–2002 PS Batam 
2002–2003 Persiraja Banda Aceh 
2003–2008 PSMS Medan 
2008 Persik Kediri 
2009 PSMS Medan 
2009–2010 Arema Indonesia 
2010–2011 Persib Bandung
2011–2012 PSMS Medan 
2012–2013 PSMS Medan 
2013 Persidafon Dafonsoro 
2014-2015 PSM Makassar 
2016-2017 PPSM Magelang
2017 Assalam FC (Timor Leste)
2018-sekarang ACEH UNITED

BACA JUGA

Berita Lainnya: Berita